Selasa, 03 November 2015

Cerita Mayadenawa


Cerita Mayadenawa, Latar Belakang Hari Galungan

Cerita Mayadanawa merupakan gabungan antara cerita sejarah dan mithologis. Cerita ini merupakan latar belakang pelaksanaan Hari Raya Galungan bagi umat Hindu.Melalui link Ask Bhagawan Dwijadijelaskan bahwa (tanggapan terhadap pertanyaan tentang Hari Galungan) : "Mitologi Mayadenawa itu berkembang sejak Ida Manik Angkeran menjadi Pendeta Agung dengan gelar Sangkulputih.Tujuannya mengembangkan mitologi itu adalah untuk menyadarkan umat Hindu di Bali untuk selalu taat beragama. Jadi Mayadenawa itu fiktif.Uraian ini berdasarkan apa yang saya temukan dalam tafsir-tafsir Purana Besakih, Babad Manik Angkeran, dan Silsilah Raja-Raja di Bali/ orang-orang utama di Bali".Pada zaman dahulu, bertahta seorang raja Mayadanawa, keturunan Daitya (Raksasa) di daerah Blingkang (sebelah Utara Danau Batur), anak dari Dewi Danu Batur. Beliau adalah raja yang sakti dan dapat mengubah diri menjadi bentuk yang diinginkannya. Beliau hidup pada masa Mpu Kul Putih. Karena kesaktian sang raja, daerah Makasar, Sumbawa, Bugis, Lombok dan Blambangan dapat ditaklukkannya. Karena kesaktiannya, Mayadenawa menjadi sombong dan angkuh. Rakyat Bali tak diizinkan lagi menyembah Tuhan, dilarang melakukan upacara keagamaan dan merusak semua Pura. Rakyat menjadi sedih dan sengsara, namun tak kuasa menentang Raja yang sangat sakti. Tanaman penduduk menjadi rusak dan wabah penyakit menyerang di mana-mana.Melihat hal tersebut, Mpu Kul Putih melakukan yoga semadhi di Pura Besakih untuk mohon petunjuk dan bimbingan Tuhan. Beliau mendapat pawisik/petunjuk agar meminta pertolongan ke India (Jambudwipa). Kemudian diceritakan pertolongan datang dari Sorga, yang dipimpin oleh Bhatara Indra dengan pasukan yang kuat dan persenjataan lengkap. Dalam penyerangan melawan Mayadanawa, pasukan sayap kanan dipimpin oleh Citrasena dan Citrangada. Pasukan sayap kiri dipimpin oleh Sangjayantaka. Sedangkan pasukan induk dipimpin langsung oleh Bhatara Indra. Pasukan cadangan dipimpin oleh Gandarwa untuk menyelidiki keadaan keraton Mayadanawa, dengan mengirim Bhagawan Naradha.Menyadari kerajaannya telah terancam, Mayadanawa mengirimkan mata-mata untuk menyelidiki pasukan Bhatara Indra serta menyiapkan pasukannya. Ketika pasukan Bhatara Indra menyerang, pasukan Mayadanawa memberikan perlawanan yang hebat.Selengkapnya bisa dilihat di http://tabahlink.blogspot.co.id/2012/01/cerita-mayadenawa-latar-belakang-hari.html?m=1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar